[Flash Focus] : Saham WIKA Di Kala RAPBN 2024 Terpangkas
-
Pemerintah baru saja merilis nilai RAPBN tahun 2025 yang mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Untuk sektor infrastruktur, pemerintah menganggarkan Rp400.3 triliun, lebih rendah dari alokasi tahun ini sebesar Rp423.4 triliun.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihak $WIKA bakal mendongkrak sektor sektor engineering, procurement, construction, and commissioning (EPCC) untuk mengejar ketertinggalan portfolio perseroan.
Lini bisnis ini bakal didanai oleh capex perseroan maupun swasta dengan fokus untuk membiayai pembangunan proyek seperti pabrik baterai, gas processing plant, dan pembangkit listrik.
Kabar kurang menyenangkan ini dicerna investor dengan pelemahan saham $WIKA hingga 11% ke posisi Rp102/saham.