Financial Information & Market Access Forum - 1724578341085
-
$IHSG all time high, tapi ada yang portonya masih merah?
Lalu, gimana nih benerin porto merah, padahal indeks saham Indonesianya sudah seperti bull run lagi?
Jawabannya tergantung kenapa saham-mu mengalami floating loss.Secara umum, kami menilai ada empat penyebab kamu bisa mengalami floating loss:
Pertama, posisi beli saham pas lagi tinggi-tingginya. Sehingga risiko penurunan lebih besar dibandingkan potensi kenaikannya. Jadi, wajar mengalami floating loss dan berpotensi cukup berkepanjangan. (poin pertama asumsi masuk saham fundamental bagus di harga tinggi)
Kedua, ada risiko pasar yang dialami. Jadi, meski sudah beli di harga rendah, tapi ternyata masih bisa turun karena ada sentimen negatif dari eksternal. Misalnya, pelemahan rupiah, suku bunga tinggi, dan kebijakan fiskal dari pemerintah yang mempengaruhi kinerja emiten.
Ketiga, beli saham gorengan yang naiknya karena didorong oleh big - middle fund. Jika beli saham karakter gorengan ini harus jual di waktu yang tepat. Jika terlambat jual ya berarti bisa mengalami floating loss signifikan. (nomor 3 ini beli saham yang pergerakan harga dengan fundamentalnya gak selaras)
Keempat, emiten ada masalah internal seperti masalah kredit, hukum, dan tata kelola yang kurang baik, sampai tren bisnis yang sudah meredup karena regulasi pemerintah atau secara bisnis sudah mature dan sulit mencari ruang pertumbuhan lebih tinggi. Sehingga, sahamnya tidak menarik minat investor dan harganya terus turun.
Dari keempat masalah ini, solusinya cuma dua, yakni HOLD Keras + Averaging Down kalau ada modal dan Cut Loss.
Kira-kira, mana yang cocok untuk di HOLD keras dan Cut loss? simak penjelasan lengkapnya di sini: https://www.mikirduit.com/cara-mengelola-saham-floating-loss-mu-agar-bisa-lebih-produktif/
Random tag:
$BBRI $ADRO $ASII $BBCA