[Flash Focus] : Hiraukan kondisi Sektor, Saham Nikel Kompak Menghijau
-
Per 9 Agustus lalu, harga nikel dunia telah jatuh 18.8% yoy sejalan dengan potensi meluasnya resesi di AS yang menjalar ke pergerakan harga komoditas.
Hal ini disebabkan oleh melemahnya permintaan EV di AS sehingga turut menekan permintaan nikel sebagai bahan baku baterai EV.
Sebagaimana diketahui, Indonesia masih menempati posisi 1 produsen nikel dunia dengan total 1.8 juta ton, disusul filipina 400 ribu ton, Kaledonia baru 230 ribu ton, dan Rusia 200 ribu ton.
Meski kabar negatif ini beredar, saham terkait nikel hari ini kompak menguat, seperti ANTM +4.7%, MBMA +3.6%, INCO +2.1%, NICL+2.2%, HRUM +1.1%.