Financial Information & Market Access Forum - 1723698436266
-
Mau gimana pun saham batu bara tetap jadi primadona (setidaknya hingga 2030-an nanti) karena setelah itu saya sendiri belum kebayang ada apa di dunia ini ya! kejutan-kejutannya gitu hehe
Kenapa saham batu bara primadona? kita negeri batu bara, emiten yang bisnis batu bara punya margin keuntungan bagus "jika" harga batu bara lagi oke. Kalau kayak 2015-2016 mah ampas, $ITMG aja sampe ke RP4.000-an lho Yang hold di harga segitu sih hold keras sampai sekarang ya, cuan dividennya bisa bagger itu hehe...
Tapi, menurutku tetep, meski ada potensi dividen menarik, masuk ke saham cyclical seperti batu bara untuk jangka panjang itu harus saat siklus di bawah (gak harus harga bottom tapi pas kondisi perusahaan lagi sulit karena harga batu bara (bukan karena utang kayak $BUMI dulu ya). Dengan begitu, kamu bisa hold jangka panjang dan menikmati dividennya.
Lalu, apakah sekarang siklus terbawah saham batu bara? ya gak juga, harga batu bara selama di atas US$100 itu sangat menguntungkan, TAPI kemarin di 2022 itu ada booming coal sampai US$400. Jadi pas harga balik normal, kinerja emiten batu bara juga mengalami normalisasi dulu.
Tapi, menurut saya posisi saat ini gak terlalu murah banget juga, tapi menarik jika kamu masuk jangka menengah 6 bulan sampai 1 tahun, terus lepas lagi. Syukur-syukur dapat momen ambil dividen dan take profit tetap cuan. Momentum cuannya bisa dari faktor eksternal yang menganggu supply batu bara atau kenaikan permintaan batu bara.
Nah, untuk itu, aku coba bandingin emiten batu bara yang udah rilis lapkeu seperti ITMG, $UNTR, dan $PTBA ya.
Yang nanya kenapa $ADRO , ABMM, dan BSSR gak? ya belom ada lapkeu Q2-nya ya hehe.
Simak selengkapnya di sini: https://www.mikirduit.com/adu-3-saham-batu-bara-siapa-yang-terbaik/