• Categories
  • Recent
  • Tags
  • Popular
  • Users
  • Groups
Skins
  • Light
  • Cerulean
  • Cosmo
  • Flatly
  • Journal
  • Litera
  • Lumen
  • Lux
  • Materia
  • Minty
  • Morph
  • Pulse
  • Sandstone
  • Simplex
  • Sketchy
  • Spacelab
  • United
  • Yeti
  • Zephyr
  • Dark
  • Cyborg
  • Darkly
  • Quartz
  • Slate
  • Solar
  • Superhero
  • Vapor

  • Default (No Skin)
  • No Skin
Collapse

FIMA

Financial Information & Market Access Forum - 1722401563449

Scheduled Pinned Locked Moved General Forum
mtelexcltlkmisat
1 Posts 1 Posters 0 Views
    • Oldest to Newest
    • Newest to Oldest
    • Most Votes
Reply
  • Reply as topic
Log in to reply
This topic has been deleted. Only users with topic management privileges can see it.
  • ? Offline
    ? Offline
    A Former User
    wrote on last edited by
    #1

    $TLKM ke bawah Rp2.900, Tanda Bahaya atau Menarik?

    Sudut pandang pribadi nih ya.

    Jujur, secara bisnis, saya kurang begitu suka dengan TLKM. Anak usaha banyak, tapi yang menghasilkan banget cuma Telkomsel (bisa dibilang 63% kalau Telkomsel doang dan jadi 81% setelah Indihome dioper ke Telkomsel).

    Lalu $MTEL Telkomsigma, dan anak usaha lainnya itu cuma nyumbang 19% sisanya. Jomplang kan?

    Ditambah, Telkom punya bisnis sunset, yakni layanan telepon kabel. Pendapatan sektor itu terus turun. Di H1/2024 turun 37%. Ya udah berat lah ya bisnis telepon kabel itu karena penetrasi smartphone dan kemudahan layanan komunikasi via Whatsapp.

    Ditambah, bisnis Indihome juga turun lumayan 9,85%, tapi menurutku ini bukan karena starlink, lebih kepada persaingan antara provider yang semakin ketat. Secara pribadi, saya pun langsung ganti Biznet pas si Biznet tersedia di wilayah Sukoharjo ini. (sebelumnya terpaksa Indihome karena pilihan fiber optiknya cuma itu)

    Tapi, ketika saham TLKM turun ke bawah Rp2.900 per saham, menurutku saham TLKM tetap menarik.

    Alasannya, meski bisnisnya banyak, tapi overall masih growth tipis-tipis. Paling kekurangannya tuh operasional mereka kurang efisien (atau fokusnya agak salah), kalau di 1H/2024, ada kenaikan gaji dan insentif rata-rata 5%, tapi setelah kenaikan gaji dan insentif pendapatan cuma naik 2%. Harusnya bisa naik 6% lah hehe (berasa jadi pemegang saham ya)

    Soalnya, saat insentif dan gaji naik, eh biaya marketing turun 5%, ya gimana mau dorong ARPU-nya naek juga. (walo masalah harga dan strategi mereka di Telkomsel Lite itu bisa jadi berdampak ke penurunan ARPU sih ya)

    Dan kalau laba bersih TLKM turun karena ada program pensiun dini juga lumayan Rp1,2 triliun.

    Jadi gimana prospek saham TLKM? simak ulasan lengkapnya di sini: https://www.mikirduit.com/saham-tlkm-dibanting-ke-bawah-rp2900-begini-prospeknya/

    $EXCL $ISAT

    1 Reply Last reply
    2

  • Login

  • Don't have an account? Register

  • Login or register to search.
  • First post
    Last post
0
  • Categories
  • Recent
  • Tags
  • Popular
  • Users
  • Groups
  • Login

  • Don't have an account? Register

  • Login or register to search.