[Flash Focus]: Saham DKFT Tiba – Tiba Terbang 9.6%, Ini Penyebabnya
-
Emiten tambang nikel, $DKFT berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp3.4 miliar pada kuartal I 2024, dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya mengalami kerugian sebesar Rp42.2 miliar.
Pencapaian ini ditopang pada pendapatan yang tercatat Rp79.9 miliar hingga Maret 2024 dari tahun sebelumnya yang tercatat tidak adanya nilai penjualan.
Disisi lain, harga nikel LME berada di level US$21,019 per ton pada akhir perdagangan Jumat (17/5). Harga ini pun naik 6.44% dari harga perdagangan di hari sebelumnya.
Merespon kabar tersebut, saham $DKFT sempat bergerak melonjak hingga 9.6% ke Rp114/saham.