• Categories
  • Recent
  • Tags
  • Popular
  • Users
  • Groups
Skins
  • Light
  • Cerulean
  • Cosmo
  • Flatly
  • Journal
  • Litera
  • Lumen
  • Lux
  • Materia
  • Minty
  • Morph
  • Pulse
  • Sandstone
  • Simplex
  • Sketchy
  • Spacelab
  • United
  • Yeti
  • Zephyr
  • Dark
  • Cyborg
  • Darkly
  • Quartz
  • Slate
  • Solar
  • Superhero
  • Vapor

  • Default (No Skin)
  • No Skin
Collapse

FIMA

Financial Information & Market Access Forum - 1715418213336

Scheduled Pinned Locked Moved General Forum
bbcaptbaitmgbbri
1 Posts 1 Posters 0 Views
    • Oldest to Newest
    • Newest to Oldest
    • Most Votes
Reply
  • Reply as topic
Log in to reply
This topic has been deleted. Only users with topic management privileges can see it.
  • ? Offline
    ? Offline
    A Former User
    wrote on last edited by
    #1

    Satu lagi investor / mungkin lebih ke trader legendaris pergi dari dunia ini, setelah Charlie Munger, kini Jim Simons.

    Jim Simons bisa dibilang raja kuantitatif, metode investasi yang digunakannya. Dia menggunakan model matematika untuk menganalisis peluang investasi. Model matematika itu digunakan untuk analisis data keuangan, kebijakan ekonomi makro, dan hal lainnya. Sehingga bisa menentukan jual-beli di waktu yang bagus, meski belum tentu terbaik.

    Total, Medallion Fund milik Jim Simons mencatatkan keuntungan rata-rata sebesar 39% per tahun dari periode 1988-2018. Angka itu mengalahkan Warren Buffett hingga Peter Lynch.

    Namun wajar juga Simons bisa mendapatkan cuan besar, lingkup investasinya bukan saham, tapi juga aset derivatif seperti forex, komoditas, dan lainnya. Bahkan, dia juga sempat jajal modal ventura walau di Medallion ini murni konsentrasi trading sih.

    Meski raja kuantitatif ini dianggap jago dalam tradingd engan super computernya, tapi ada beberapa poin yang harus dipahami:

    • Strategi trading awal Medallion Fund sempat alami kerugian pada 1989 sehingga Simons harus evaluasi dan nggak trading selama 6 bulan
    • Keuntungan Medallion Fund juga diakui Simon ada faktor keberuntungan, terutama di 1990. Saat itu, mereka masuk ke market futures minyak, dan disaat bersamaan terjadi invasi Irak ke Kuwait yang bikin harga minyak naik.

    Jadi, kesimpulannya dalam trading dan investasi itu risiko tidak bisa dihindari, tapi harus diredam dan evaluasi sistem trading agar lebih optimal.

    Cerita selengkapnya tentang opa Simons bisa dibaca di sini: https://www.mikirduit.com/kisah-dosen-matematika-yang-trading-dan-cuan-39-persen-per-tahun/

    Random tag:
    $BBRI $ITMG $BTC $BBCA $PTBA

    1 Reply Last reply
    0

  • Login

  • Don't have an account? Register

  • Login or register to search.
  • First post
    Last post
0
  • Categories
  • Recent
  • Tags
  • Popular
  • Users
  • Groups
  • Login

  • Don't have an account? Register

  • Login or register to search.