[Flash Focus] : Evaluasi Nikel Dorong Kenaikan Saham
-
Kementerian ESDM mengevaluasi produksi nikel 2025, berpotensi mengurangi kuota dari 272 juta ton menjadi 150 juta ton untuk menjaga stabilitas harga.
Langkah ini diprediksi mengurangi sepertiga pasokan global, mendukung pemulihan harga nikel yang naik 1,5% ke USD15.855 per ton pada Senin (13/1/2025), setelah menyentuh level terendah sejak 2021.
Kenaikan harga ini mengerek saham emiten nikel pada Selasa (14/1/2025). MDKA melonjak 10,51%, DKFT naik 6,67%, INCO menguat 6,41%, dan emiten lain seperti MBMA, HRUM, NCKL, dan ANTM juga mencatat kenaikan.
Meski rebound, pemulihan harga nikel global membutuhkan peningkatan permintaan dari China, terutama di sektor baterai dan baja tahan karat, untuk mengatasi potensi surplus pasokan.