Financial Information & Market Access Forum - 1706253208482
-
Saham $BBCA turun meski mencatatkan laba bersih tertinggi sepanjang masa di 2023...
Yah ada yang salah dengan kinerja BBCA atau marketnya lagi amsyong?Sebenarnya, jika diulas nggak ada yang salah dengan kinerja keuangan BBCA. Bahkan, dari kinerja 2023 kemarin, terlihat kenapa si BBCA ini layak diberikan harga premium terus.
Bayangin, saat bank lain, termasuk bank besar, pendapatan bunga bersih, laba dan NIM-nya tergerus karena beban bunga naik tinggi, BBCA masih bisa mencatatkan pendapatan bunga bersih yang tetap tumbuh lebih tinggi dibandingkan dengan 2022, serta NIM yang naik. Adapun, perlambatan laba bersih BBCA lebih disebabkan kenaikan cost manpower yang naik signifikan. Soalnya, dari segi pencadangan masih turun 50 persenan juga.
Ane ulas 10 hal yang wajib dipahami dari peforma BBCA di 2023 kemarin di sini: https://www.mikirduit.com/10-hal-yang-wajib-dipahami-dari-kinerja-keuangan-bbca-di-2023/
Lalu, kenapa BBCA merah?
Jawabannya ya emang marketnya lagi amsyong, rupiah di 15.800 gara-garanya:
- Ekonomi US tumbuh di atas ekspektasi (tapi ini wajar sih soalnya akhir tahun, kita tunggu aja data Februari rilis oke lagi nanti)
- Net sell asing lumayan juga,sedangkan yang net buy dalam beberapa hari kemarin masih kecil
- Pada lirik CHina sama Hong Kong yang mau stimulus pasar sahamnya, potensi cuannya oke lah itu
- Drama Pemilu, menteri mau mundul, ini bikin degdegan sih, terutama kalau Sri Mulyani mundur... jangan dulu lah udah sampe beres gitu biar market juga selow.
Tapi ya, justru ini bisa jadi peluang kalau ada saham-saham fundamental oke turun. Apalagi, kalau saham BBCA mencatatkan PBV yang setara dengan rata-rata 5 tahunnya, itu posisi yang menarik dan jarang terjadi seperti di akhir 2023 kemarin.
Kamu termasuk jadiin BBCA wajib ada di porto buat stabilisasi pertumbuhan aset dalam jangka panjang nggak?
$IHSG $BBNI $BMRI $BBRI